Rabu, 23 Februari 2011

*HIKMAH DALAM BERDAKWAH*


Nabi saw.: (wahai ‘Aisyah), jika bukan karena (menimbang) kaummu yang baru saja (meninggalkan) kekufuran (=mereka masih muallaf), niscaya sudah kurombak ka’bah, kemudian akan kubangun lagi sesuai dengan pondasi (yang dibuat) Ibrahim as. –karena orang Quraisy (semasa Jahiliyyah) telah mengurangi (luas) bangunannya- dan akan kubuat untuknya pintu (tambahan). HR. Bukhari (1585) dari ‘Aisyah ra.
ibnuHajar (Penulis Syarah Bukhari): boleh meninggalkan sebuah maslahat demi menghindari madharat dan boleh tidak mengingkari kemungkaran pada saat terjadinya jika kuatir menimbulkan kemungkaran yang lebih parah.

*DAKWAH KEPADA MUALLAF*


Ketika mengutus Muadz ke Yaman, Nabi saw. Berpesan: Sesungguhnya kamu akan datang kepada kaum dari Ahli Kitab, maka jadikan dakwah pertamamu itu supaya mereka mengEsakan ALLAH. Jika mereka telah mengenal ALLAH, beritahu kepada mereka bahwa ALLAH mewajibkan 5 kali shalat dalam sehari semalam. Jika mereka telah melakukan shalat, maka beritahukan kepada mereka bahwa ALLAH mewajibkan zakat pada harta mereka yang diambil dari kalangan orang kaya mereka lantas dikembalikan kepada orang fakir dari mereka juga. Jika mereka membenarkan/ beriman kepada (dakwahmu), maka ambillah harta zakat dari mereka dan hindarilah untuk mengambil yang terbaik dari harta mereka (sebagai zakat). ShahihBukhari (7372) dari ibnu Abbas ra.

*RAMAH*

Nabi saw.: Ada seorang laki-laki yang meminta izin untuk menemui Nabi saw. Lalu beliau bersabda: biarkan dia (masuk). Sungguh (dia) keturunan dari kabilah paling jelek, sungguh orang yang paling buruk dari kabilah itu. Namun ketika dia masuk, beliau bertutur kata dengan lembut kepadanya. (Aisyah berkata): akupun bertanya kepada beliau, Wahai Rasulullah, engkau katakan bahwa orang tersebut begini dan begitu, tapi engkau malah berbicara lembut (ramah) kepadanya? Beliau bersabda, ‘Wahai ‘Aisyah, sesungguhnya orang yang paling buruk kedudukannya di hadapan ALLAH pada hari kiamat nanti adalah orang yang dijauhi orang lain (karena (takut terkena) kejahatannya. Muttafaq’Alaih dari ‘Aisyah ra. Shahih Bukhari 6032 & Shahih Muslim 2591.
23/10/2010    06:09:00

*SEDEKAH RAHASIA DARI USAHA YANG BAIK*

Nabi saw.: Bersedekah dengan sembunyi-sembunyi memadamkan kemurkaan Rabbi, menyambung hubungan kerabat menambah umur dan berbuat baik akan mencegah kematian yang buruk. HR. Thabrani dan lainnya dari beberapa orang shahabat.
_: Siapa yang menyedekahkan sesuatu yang senilai dengan sebuah kurma dari usaha yang baik –dan ALLAH pun tidak menerima selain yang baik saja- maka ALLAH akan menerimanya dengan TanganKananNYA, kemudian memeliharanya untuk pemilikinya seperti salah seorang dari kamu memiara anak kudanya hingga ia membesar seperti gunung. Muttafaq’Alaih dari AbuHurairah ra.
ShahihTartib 1/370 no.40 & 374 no.64.

*SEDEKAH= NAUNGAN DAN PERISAI DARI NERAKA*

Nabi saw.: Jagalah (dirimu dari) api neraka meskipun hanya bisa bersedekah dengan setengah butir kurma. Jika kamu tidak mendapatkannya juga, maka (bersedekahlah) dengan ucapan yang baik/kalimah thayyibah. Muttafaq’alaih dari ‘Ady ra.
_: (Pada hari kiamat nanti,) setiap orang berada di bawah naungan sedekahnya dan itu (terus berlangsung) hingga diselesaikan urusan semua manusia. HR. Ahmad, Hakim, IbnuHibban dan Ibnukhuzaimah dari ‘Uqbah bin ‘Amir ra.
ShahihTartib 1/361 no.2 dan 371 no.44
Seberapa besar perisai dan payung yang kita inginkan pada saat mentari berada di atas kepala hanya berjarak sejengkal saja?

*MASJID ISTIMEWA*

Nabi saw.: Shalat (yang dilakukan) di masjidku (Masjid Nabawi) ini lebih baik daripada 1000 shalat di masjid lain selain Masjidil Haram. Sedangkan shalat di Masjidil Haram lebih utama daripada shalat di masjidku sebanyak 100 kali. HR. Ahmad dan Ibnuhibban dari Ibnu zubair ra.
_: siapa yang bersuci di rumahnya kemudian datang ke masjid Quba’ lantas ia shalat di sana, ia mendapat pahala seperti melakukan umrah. HR. Ibnu Majah dari Abu Umamah ra.
Shahih Tartib 1/231 no. 8, 232 no.14.

*MASJID*

Nabi saw.: Bila kalian telah memperindah masjid-masjid dan menghias mushaf-mushaf kalian, maka kebinasaan akan menimpa kalian. HR. Al Hakim dari Abu Darda’.
_: termasuk dari tanda-tanda kiamat adalah orang-orang beradu kemegahan masjid. HR. Abu Dawud dan Nasa’i dari Anas ra.
_: siapa yang membangun masjid karena ALLAH yang ALLAH diingat di dalamnya, ALLAH akan membangun untuknya di jannah (rumah) seperti yang dia bangun (di dunia). HR. Nasa’i dan Ibnu Majah dari ‘Umar dan ‘Amr bin ‘Anbasah ra.
ShahihTartib 1/233-234 no. 1, 5, 9.

*SHALAT, PENINGKAT DERAJAT PENGGUGUR DOSA *

Nabi saw.: Ketahuilah bahwa kamu tidak melakukan 1 kali sujud pun untuk ALLAH, melainkan ALLAH akan mengangkatmu 1 derajat dengan 1 kali sujud itu dan dengannya pula ALLAH hilangkan 1 kesalahan. HR. Jama’ah dari AbuUmamah ra. Shahih Tartib 1/203 no.1
Hadits ini diriwayatkan dari banyak shahabat, diantaranya Abu Fathimah, Tsauban, Abu Darda’, dan ‘Ubadah bin Shamit ra.
Berapa derajat kita ingin dinaikkan? Berapa kesalahan kita ingin dihapuskan? Sebanyak sujud-sujud yang kita lakukan...

*SHALAT, JAMINAN AMPUNAN*

Nabi saw.: 5 kali shalat yang ALLAH ‘Azza wa Jalla wajibkan, siapa yang mmperbagus wudhunya, melaksanakannya tepat pada waktunya, menyempurnakan ruku’ dan sujudnya, ia memiliki perjanjian dengan ALLAH untuk mendapatkan ampunan (=diselamatkan dari neraka). Dan siapa yang tidak melakukannya maka dia tidak mempunyai perjanjian dengan ALLAH. Jika ALLAH berkenan, DIA mengampuni orang itu dan jika berkehendak ALLAH akan menyiksanya (karena dosa-dosanya). HR. AbuDawud dari ‘Ubadah ra.
Pada riwayat Thabrani dengan lafal “dia memiliki perjanjian dengan ALLAH untuk dimasukkan ke dalam jannah.”
Shahih Tartib 1/200 no.11, 194 no.2

Rabu, 05 Januari 2011

* Doa Kehilangan Barang *

Atsar ibnu’Umar ra.(bukan hadits Nabi saw., tetapi doa yang diucapkan Ibnu’umar ketika kehilangan barang):
ALLAAHUMMA RAADDADH DHAALLAH
(Ya ALLAH, Dzat yang mengembalikan barang yang hilang),
HAADIYADH DHALAALAH (Dzat yang menunjuki dari kesesatan)  
TAHDII MINADH DHALAAL (Engkau menunjuki dari kesesatan)  
RUDDA ‘ALAYYA DHAALLATI (kembalikan kepadaku barangku yang hilang)
BI ‘IZZATIKA WA SULTHAANIKA (dengan kemuliaan dan kekuasaanMU).
HR. Thabarani 13110, Shahih Mauquf.

Diary Taushiyah © 2008 Por *Templates para Você*